KAJIAN ISU DAN AKSI 2025
Kajian Isu dan Aksi merupakan program kerja yang dinaungi oleh Departemen Sosial, Politik, dan Budaya HMP - AK yang berfokus untuk memberi ruang mahasiswa untuk menerapkan peran dan fungsi nya sebagai mahasiswa, Dengan adanya kajian ini, mahasiswa dapat belajar bagaimana menyikapi sebuah isu yang sedang berkembang dalam internal kampus maupun isu yang sedang berkembang di sosial masyarakat. Dalam satu periode ini, kami telah melakukan kajian dengan berbagai isu yang sedang berkembang. Setelah melakukan kajian, hasil dari kajian tersebut di publikasikan melalui instagram @aksaraunesa yang dikelola oleh tim kajian isu dan aksi sendiri.
Program kerja ini sendiri merupakan sebuah program kerja yang bersifat kondisional, mengingat ia harus senantiasa mengikuti alur berkembangnya suatu isu. Dimana ketika suatu isu sedang muncul, maka segeralah dilakukan sebuah kajian dan jika perlu ditindak lanjuti maka akan di lakukan sebuah konsolidasi dengan pihak terkait untuk melakukan sebuah aksi. Dalam satu periode ini, HMP - AK telah melakukan konsolidasi dengan BEM Fakultas untuk isu #INDONESIAGELAP dan September hitam hingga konsolidasi akbar oleh BEM Universitas yang kemudian turut andil dalam turun aksi isu prahara agustus untuk menuntut dilakukannya revolusi polri.
Selain aktif dalam menyikapi isu eksternal, HMP - AK juga aktif dan melek terhadap isu yang sedang berkembang dalm internal prodi akuntansi sendiri. Hal ini dibuktikan dengan adanya forum terbuka untuk seluruh mahasiswa akuntansi yang kemudian kami beri nama “JAKUTSA: Jangan Takut Bersuara”. Dalam forum tersebut dibahas tentang apa saja yang sedang terjadi dalam lingkup prodi kami, dengan merespon keluh kesah mahasiswa akuntansi selama menghadapi dunia perkuliahan hingga membahas bagaimana dinamika antara mahasiswa dengan dosen maupun pihak birokrasi. Dengan adanya forum terbuka ini, kami mengharap bahwasanya mahasiswa akuntansi dapat lebih melek dan peka terhadap permasalahan yang ada di dekatnya. Selain itu juga, dengan dilaksanakan nya forum ini, diharapkan tidak adanya miss komunikasi antara mahasiswa, ormawa, dosen, juga birokrasi.
Dengan dibentuknya ruang diskusi seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif dan sadar akan permasalahan yang ada. Karena jika bukan kita yang digandrungkan sebagai agen perubahan, maka siapa lagi yang akan mengawal sebuah isu untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Meskipun dengan banyaknya keterbatasan yang ada, kami selaku tim kajian isu dan aksi telah mengusahakan dengan penuh untuk menyikapi seluruh isu yang ada di lingkungan sosial maupun permasalahan dalam internal kampus. Mengingat Tan Malaka yang pernah berkata untuk “Jangan Takut Untuk Melawan Ketidakadilan. Jika Kita Tidak Melawan, Kita Tidak Akan Pernah Merasakan Kemenangan”. Oleh karena itu, kami hanya selesai dalam periode ini namun kami tidak akan pernah selesai hingga kemenangan itu dicapai.